Halaman Depan

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Thursday, July 20, 2017

Kisah Cinta Salman Al Farisi

Sebuah kisah sahabat yang sempat saya dengar saat kultum taraweh Ramadhan kemarin. Agak sulit untuk menceritakannya kembali. Maka saya ambil saja cerita dari internet agar esensi nya tidak berubah.
Sebuah kisah cinta menarik tercatat dalam sejarah hidup seorang shahabat Rasulullah, Salman Al-Farisi. Ia merupakan seorang mantan budak dari Isfahan Persia. Kisah cinta Salman terjadi saat ia tinggal di Madinah setelah menjadi muslim dan menjadi salah satu sahabat dekat Rasulullah.

Pada suatu waktu, Salman berkeinginan untuk menggenapkan dien dengan menikah. Selama ini, ia juga diam-diam menyukai seorang wanita salehah dari kalangan Anshar. Namun ia tak berani melamarnya. Sebagai seorang imigran, ia merasa asing dengan tempat tinggalnya, Madinah.

Bagaimana adat melamar wanita di kalangan masyarakat Madinah? Bagaimana tradisi Anshar saat mengkhitbah wanita? Demikian yang dipikirkan Salman. Ia tak tahu menahu mengenai budaya Arab. Tentu saja tak bisa sembarangan tiba-tiba datang mengkhitbah wanita tanpa persiapan matang.

Wednesday, April 26, 2017

Waktu Isya

Suatu malam di Jakarta,  April 2017

a: Sholat Isya dulu yok.
b: Ayok!!
c: Halah, nanti aja kalo dah pulang.  Isya kan waktunya panjang.

Akhirnya mereka pun mengurungkan niat untuk sholat isya dan tetap melanjutkan  aktivitas semula.

Kalo dipikir, iya sih memang isya waktunya panjang.  Tapi siapa yang bisa jamin kalau sisa umur kita masih lebih panjang dibanding sisa waktu Isya?

Friday, June 3, 2016

Bertemu Kembali

Meskipun Ramadhan 1437 H sudah akan datang dalam hitungan hari, atau bahkan jam. Tapi jatah umur manusia, siapa yang tahu? Hari ini sehat, bisa sampai ke puncak tertinggi di Jawa mungkin. Atau mampu berenang menyeberangi selat Madura. Tapi siapa yang bisa menjamin besoknya dia masih hidup, masih bernafas?

Semoga  kita bisa bertemu kembali dengan bulan penuh berkah tersebut, mengoptimalkan nya untuk semakin mendekatkan diri pada Allah, dan akhirnya menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin.

Saturday, April 30, 2016

Perjalanan terjauh

Perjalanan terjauh dan terberat, adalah ke masjid
Banyak orang yang ...

Ah padahal sering terdengar rangkaian kalimat tersebut di radio saat di rumah. Tapi  namanya juga orang lupa. Mungkin versi lengkapnya seperti link berikut ini sih.

Nah, tulisan ini untuk introspeksi saya yang masih sering males-malesan berangkat ke masjid. Entah karena hujan, sibuk kerjaan, yang paling konyol nanggung lagi maen game/nonton film (yang padahal bisa di pause) atau alasan-alasan lainnya.


Kita mulai dengan analogi sederhana. Jika ada 2 pilihan pekerjaan. Pekerjaan a dengan gaji 50ribu per hari, lokasinya di depan rumah. Sementara pekerjaan b menawarkan gaji 200ribu per hari, lokasinya 200 meter dari rumah. Jenis pekerjaannya sama. Tentu sebagian besar dari kita akan memilih pekerjaan b meskipun lokasinya 200 meter dari rumah. Jangankan 200 meter, mungkin jika jaraknya 1 atau bahkan 5 kilometer pun masih sangat banyak yang akan lebih memilih pekerjaan b.

Friday, March 18, 2016

Hujan


Sudah hampir 3 pekan saya berada di Manna, sebuah kota kecil di Provinsi Bengkulu. Beberapa hari belakangan, di sini sering turun hujan yang cukup deras. Agak ngeri juga. Terutama ditambah dengan listrik yang padam dan atap yang terbuat dari seng. 

Mungkin banyak yang dari kalian adalah seorang penyuka hujan. Entah karena bau nya, entah karena suasananya, entah karena memang suka basah-basahan, saya kurang paham yang seperti itu. Jika mereka yang menyukai hujan disebut pluviophile, mungkin saya lebih pantas disebut pluviophob. Yahh, tapi saya sadar setakut-takutnya saya dengan hujan ataupun kehujanan, hujan adalah berkah. Tidak selayaknya hujan dibenci dan dimaki-maki. Dari hujan, muncul air tanah yang berguna untuk fotosintesis, air sungai yang dapat dimanfaatkan memutar turbin, air A*ua yang biasa kalian minum, ataupun yang lainnya.



Kalo saya sih malah panik
(Source: coastalcrone.files.wordpress.com) 

Friday, April 24, 2015

Terkadang, Memberi Pinjaman Lebih Utama Dibanding Memberi


Jarang-jarang nih saya ngepos hal-hal kayak gini. Biasanya antara hal-hal gak jelas atau hal-hal yang mungkin sulit dinikmati. Sekali-kali ngepos yang (mungkin) rodo bermutu rapopo lah.


Nabi Muhammad saw. bersabda :

"Satu dirham yang disedekahkan berpahala 10 (sepuluh) kali, sedangkan satu dirham yang dipinjamkan berpahala 18 (delapan belas) kali."

(Hadits Riwayat Thabrani, Ibnu Majah, Baihaqi).

Bagaimana bisa memberi pinjaman lebih utama dari sebuah pemberian (sedekah)? Padahal secara logika, memberi pinjaman berarti kita akan mendapat kembali apa yang kita pinjamkan suatu saat nanti (kalo dikembaliin). Sementara jika memberi, berarti kita harus mengikhlaskan pemberian kita tanpa berharap dikembalikan. Bukankah 'pengorbanan' dari sebuah sedekah itu lebih besar?




Ini sedekah, bukan Kame ha me ha (sumber : dteretro.wordpress.com

Wednesday, September 17, 2014

Jar of Greed


Sebuah cerita sederhana tentang keserakahan. Saya dapat dari kultum pas ramadhan kemarin. Meskipun dah lama banget, ada bagusnya di share. Judul postingannya emang agak gak nyambung, ngambil dari kartu yugi jar of greed. Peduli amat.

tarik 1 kartu dari dek 

Pada zaman Nabi Isa, ada 3 orang yang menemukan emas ± 1kg. Sebut saja mereka Apem, Bakwan, dan Cendol.  Tentunya mereka senang bukan kepalang. Bayangkan saja 1kg emas, kalo zaman sekarang mungkin Rp 492.000.000,00 (dengan asumsi harga emas  Rp 492.000,00 per gram nya per 19 agustus 2014). Bisa dipake buat naik haji bolak-balik beberapa kali. 

Nah namanya juga manusia yang terkadang dihinggapi sifat serakah. Mereka ingin mendapatkan lebih banyak dari yang bisa mereka dapatkan. Apem dan Bakwan pun menyuruh Cendol untuk  membelikan roti untuk mereka bertiga. Cendol pun mau-mau aja disuruh. Mumpung Cendol sedang pergi, mereka berencana untuk menyergap cendol dan membunuhnya saat dia datang. Dengan demikian, emas yang  1kg tersebut cukup dibagi 2 saja. Rp 246.000.000,00 per orang. Lumayan banget kan.

Akhirnya mereka menjalankan rencana mereka tersebut. Saat Cendol datang, mereka langsung melakukan serangan dadakan dan membunuh Cendol. Rencana mereka sukses. Mereka pun merayakannya dengan makan roti yang dibawa Cendol. Tanpa mereka ketahui, sebenarnya Cendol pun berencana membunuh mereka dengan meracuni roti yang dia beli, dengan demikian 1kg emas bisa ia miliki sendiri. Roti telah dimakan, Apem dan Bakwan pun menyusul Cendol. Pada akhirnya, mereka mati karena keserakahan mereka sendiri tanpa berhasil menikmati emas temuan mereka tersebut.

Sunday, September 7, 2014

Kera dan Angin



Sebuah anekdot yang saya dapat dari sambutan halal bi halal di kampung. Sayang kalo gak di share.



Di sebuah hutan, hiduplah seekor kera. Dia banyak menghabiskan waktunya di atas pohon. Datang angin topan yang coba menjatuhkannya dari atas pohon. Namun dengan cekatan kera berpegangan kuat pada batang dan dahan sehingga dia tetap bisa bertahan di atas pohon. Selanjutnya, datanglah angin puting beliung yang mencoba menjatuhkan kera dari atas pohon. Lagi-lagi kera gagal dijatuhkan. Akhirnya giliran angin sepoi-sepoi yang mencoba menjatuhkan kera. Tiupan angin sepoi-sepoi yang nyaman membuat kera santai dan tidur. Saat tidur itu lah, kera pun jatuh dari atas pohon.


Ilustrasi, biar ada gambarnya
Cerita tersebut merupakan analogi kehidupan manusia. Kita diingatkan seringkali kita menerima ujian/cobaan berupa sesuatu hal yang berat, misalnya kehilangan sebagian harta, sakit, dan semacamnya tapi kita bisa  dan siap menghadapinya. Akan tetapi kita justru sering terlena dan dikalahkan oleh ujian yang berupa nikmat. 

Saturday, July 26, 2014

Selamat Idul Fitri 1435H

Taqobalallahu Minna wa Minkum
Semoga Idul Fitri dapat menjadi momentum bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik





Disclaimer: HxH original created by Yoshihiro Togashi

Monday, April 7, 2014

Malam Minggu Taufiq


Tidak seperti mainstream nya, malam minggu Taufiq jelas berbeda dengan remaja-remaja lainnya. Tidak seperti malam minggu miko yang absurd atau kadang 'dipaksa' absurd. Tidak ada yang namanya ngedate, ngapelin anak orang dan semacamnya. Dan tidak ada pula kata bingung mau ngapain ataupun berdo'a hujan turun agar para pasangan gagal kencan. Mengapa berbeda? Pertama, karena dia harus masuk sekolah esok harinya. Dan kedua, setiap sabtu malam keluarga Taufiq mengadakan pertemuan rutin. Itulah kenapa Taufiq tak perlu bingung harus bagaimana dia menghabiskan waktu di malam minggu nya.

Pertemuan rutin tersebut diinisiasi oleh salah satu budhe nya Taufiq dan sudah berjalan kurang lebih 5 tahun. Acara tersebut konsepnya sih pengajian kecil dengan mengundang orang yang kira-kira paham tentang hal yang akan dibahas. Awalnya, yang dibahas yakni hadits yang berkaitan dengan fiqih dari kitab Bulughul Maram. Dan belakangan ini pembahasan meliputi tafsir dan juga adab kehidupan sehari-hari. Dilanjutkan dengan tanya jawab jika ada.



Salah satu 'adegan' malam minggu Taufiq 

Selain diisi dengan kajian, acara tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar saudara. Mempererat hubungan nasab, memperkuatnya dengan hubungan persaudaraan seiman. Berbagi kabar baik maupun buruk, saling meringankan beban jika ada yang memerlukan. Setelah selesai acara inti, sambil menyantap yang disajikan terkadang kami membahas isu aktual yang sedang terjadi di sekitar, misal bencana yang cukup sering melanda, maupun pesta demokrasi yang sedang ramai tahun ini.

Memang sih Taufiq seringnya ngantuk, ketiduran, dan melewatkan acara intinya. Tapi setidaknya acara ini cukup bermanfaat bagi keluarga nya. Semoga saja acara tersebut bisa istiqomah, diteruskan ke  generasi-generasi berikutnya, dan dapat menjadi salah satu jalan menuju generasi penerus yang lebih baik. Dan mungkin bisa jadi inspirasi untuk diikuti keluarga-keluarga lainnya dan menjadi salah satu tradisi positif. Aamiin.


Acara inti (?)