Halaman Depan

Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Wednesday, March 2, 2022

Main Game Lawas: Kingdom Come: Deliverance (Part 1)

Saat Steam sale beberapa waktu yang lalu saya sempat tergoda game diskon yang gak lawas-lawas banget. Rilisan tahun 2018. RPG open world. Czech game of the decade. Choice matter. Realistic. Dan harga setelah diskon nya yang sangat menarik untuk paket komplitnya. Faktor-faktor tersebut membuat Kingdom Come: Deliverance mendobrak wishlist saya yang saat itu masih dipuncaki Disco Elisium dan Valheim (yang seingat saya keduanya agak lebih mahal).
Sekilas mengenai background cerita Kingdom Come: Deliverance, Henry seorang anak blacksmith yang melihat orang tua dan tetangga-tetangga nya dibantai oleh pasukan tak dikenal. Berhasil selamat, dia bertekad untuk membalas dendam dan kembali merebut pedang yang baru saja dibuat ayahnya. Memang premis yang agak klise sih.

Friday, February 18, 2022

Seminggu Setelah Update JoyUI 12.5

Setelah 2 tahun release, dan sekitar 1 tahun di tangan akhirnya Black Shark 3 mendapatkan uodate dari Android 10 ke Android 11.


Beberapa catatan (entah netral, plus, maupun minus) joy ui setelah update ke 12.5 yang saya dapati sejauh ini antara lain:
1. Gesture control yang tidak terdeteksi di third party launcher.
2. Akhirnya bisa display output melalui kabel hdmi to c.

Sunday, July 25, 2021

Mungkin Review: Black Shark 3


Sumber: Kompas.com

Dengan berpindahnya Oppo Reno 10x Zoom ke tangan istri, saya pun berkesempatan pakai daily driver baru.  Bingung antara Poco F2 Pro yang pakai snapdragon 865, Black Shark 2 hape gaming yang harganya sudah turun jauh, Vivo X50 non pro yang cameranya bagus layar dah 90 Hz tapi spek biasa aja, atau beli Oppo Reno 10x Zoom biar kembaran sama istri.
Akhirnya muncul alternatif lain dengan turunnya harga Black Shark 3 turun 2 jutaan dari harga launchingnya. Seperti kata Aa Gogon di channel gonta ganti hape, beli telat lebih murah. 
Dengan Snapdragon 865 yang modem 5G nya sudah ada di dalam SoC nya, 90 Hz Refresh rate, embel embel gaming, saya pun memandang black shark 3 sebagai smartphone yang sangat pas untuk saya di rentang harganya saat itu, dan segera membelinya. Camera? Saya pikir tinggal pakai GCam. Toh ISP nya SoC flagship juga.

Spesifikasi

Berikut spesifikasinya copas dari GSMArena:

NETWORK
GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE / 5G
2G bands
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2 CDMA 800 & TD-SCDMA
3G bands
HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
CDMA2000 1xEV-DO
4G bands
1, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 17, 20, 34, 38, 39, 40, 41
5G bands
41, 78, 79 SA/NSA
HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A; 5G

Friday, May 28, 2021

Mungkin Review: Oppo Reno 10x Zoom

Oppo Reno 10x Zoom (sumber: Suara tekno)

Setelah Oneplus 5 bernasib naas jatuh dari motor dan layarnya retak, akhirnya saya harus (lebih tepatnya ingin) menentukan device pengganti yang sekiranya cukup kuat untuk menggantikan peran oneplus 5 sebagai daily driver selanjutnya. Banyak kandidat yang awalnya saya perhitungkan. Mulai dari Huawei Nova 5T yang cukup terjangkau dengan processor kenceng kirin 980, Mi Note 10 pro yang punya kamera superior dan versatilitas tinggi, serta realme x2 pro dengan snapdragon 855+ yang ngebut plus layar 90hz nya. Tapi setelah melihat harga baru Oppo Reno 10x Zoom yang  terjun jauh hampir setengah dari harga launching, akhirnya saya putuskan untuk membeli hape ini (dengan membujuk istri secara intense). Sebenarnya ada Asus Zenfone 6 yang juga cukup menggoda, tapi fast charging nya yang hanya 18 watt serta ram dan internal nya yang lebih kecil, maka pilihan tetap ke Reno 10x Zoom. Sekalian agar saya pernah nyicip merk Oppo juga. 

Spesifikasi

Ini sedikit copyan spec nya dari gsmarena:

DIMENSIONS
162 x 77.2 x 9.3 mm 210 g 
Glass front (Gorilla Glass 6), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame
SIM Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)

DISPLAY
AMOLED 16M colors 6.6 inches (~86.8% screen-to-body ratio)
1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~387 ppi)

Android 9.0 (Pie), upgradable to Android 10, ColorOS 7
Qualcomm Snapdragon 855 (7 nm)
CPU Octa-core (1x2.84 GHz Kryo 485 & 3x2.42 GHz Kryo 485 & 4x1.78 GHz Kryo 485)
GPU Adreno 640

Card slot microSDXC (uses shared SIM slot)
Internal 256GB 8GB RAM UFS 2.1

MAIN CAMERA (Triple)
48 MP, f/1.7, 26mm (wide) 1/2.0", 0.8µm, PDAF, Laser AF, OIS
13 MP, f/3.0, 130mm (periscope telephoto) PDAF OIS, 5x optical zoom, 10x hybrid zoom
8 MP, f/2.2, 16mm (ultrawide)
Video 4K@30/60fps, 1080p@30/60/240fps, gyro-EIS; video rec. only with main camera

Friday, February 19, 2021

Mungkin Review: LG G6 Transparent Edition

Memang tidak ada sih LG G6 Transparent edition, hanya saja LG G6 yang saya pakai harus berganti cover camera karena pecah. Sekalian saja saya transparansikan.


Beberapa varian warna LG G6 (sumber: pinterest)
Daya Tarik

Dulu saya membeli handphone ini sebagai pengganti Honor 9 lite saya yang screen nya retak dan akhirnya dibeli teman. Beberapa hal yang membuat saya tertarik pada LG G6 diantaranya:
  • Desainnya yang terlihat full pada jamannya, dengan layar rasio 18:9 dan tanpa ada tombol fisik maupun capacitive di bagian depan. 
  • Resolusi layar yang sudah 2K dengan dukungan Dolby Vision, serta hifi Quad DAC untuk earphone berkabel.
  • Sertifikasi IP68 dan MIL-STD-810G yang memberi kesan LG G6 ini merupakan handphone yang tangguh di segala kondisi. Walaupun sebenarnya gak segitunya juga. 
  • Karena handphone ini pernah jadi flagship, tentu memiliki performa yang dapat diandalkan. 
  • Memiliki camera ultra wide yang jarang dimiliki handphone lain pada saat itu. 
  • Merk LG yang memiliki history brand yang cukup meyakinkan. 
  • Harga barunya yang cukup jauh dibandingkan harga launchingnya saat itu.
Spesifikasi

Sebagai gambaran awal, saya copaskan dulu spek nya dari GSMArena:

BODY 
148.9 x 71.9 x 7.9 mm Weight 163 g 
Build Glass front (Gorilla Glass 3), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame
Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
IP68 dust/water resistant (up to 1.5m for 30 mins)
MIL-STD-810G compliant*
*does not guarantee ruggedness or use in extreme conditions

Wednesday, July 22, 2020

Mungkin Review: 2 Tahun Lebih Bersama Oneplus 5



Sudah 2 tahun lebih sejak menjadikan Oneplus 5 sebagai daily driver. Saat itu saya belum tahu istilah hape black market maupun non resmi. Memang semula agak asing sih, tapi berhubung Oneplus 5 lah pemuncak Antutu saat itu dengan harga yang lebih terjangkau juga daripada kompetitor nya (Mi 6 lebih murah sih, tapi RAM nya lebih kecil) akhirnya saya beli lah Oneplus 5 varian warna slate gray RAM 8GB Internal 128 GB biar gak nanggung. 

Spesifikasi

Berikut spek singkatnya copas dari GSMArena:
BODY 154.2 x 74.1 x 7.3 mm 
Weight 153 g (5.40 oz)
Build Glass front (Gorilla Glass 5), aluminum back, aluminum frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)

DISPLAY
Optic AMOLED 16M colors
5.5 inches (~73.0% screen-to-body ratio)
1080 x 1920 pixels, 16:9 ratio (~401 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass 5

OS
Android 7.1.1 (Nougat), upgradable to Android 10, OxygenOS 10.0.0
Chipset Snapdragon 835 (10 nm)
CPU Octa-core (4x2.45 GHz Kryo & 4x1.9 GHz Kryo)
GPU Adreno 540

MEMORY Card slot No
Internal 128GB 8GB RAM

MAIN CAMERA (DUAL)
16 MP, f/1.7, 24mm (wide), 1/2.8", 1.12µm, PDAF
20 MP, f/2.6, 36mm (standard), 1/2.8", 1.0µm, 1.6x optical zoom, AF
Video 4K@30fps, 1080p@30/60fps, 720p@30/120/480fps, Auto HDR

BATTERY
Non-removable Li-Po 3300 mAh
Charging Fast charging 20W
Dash Charge

Build Quality dan Desain

Dari segi desain, frame yang terbuat dari alumunium dengan lekukan memberi kesan tipis. Terasa sangat nyaman dan pas di tangan. Back cover yang terbuat dari metal juga memberi kesan yang kokoh dan cukup mewah, meskipun licin dan agak fingerprint magnet. Beratnya yang tidak mencapai 160 gram, cukup ringan apalagi jika dibandingkan hp 2 tahun belakangan. Kombinasi bobot ringan, dimensi yang tipis, material full metal yang kokoh, dan look yang mewah, membuat betah untuk dipegang berlama-lama.


Karena masih menggunakan rasio 16:9, dagu dan bagian atas nya masih sangat tebal. Di samping earpiece, terdapat camera depan serta LED notifikasi yang bisa disetting warnanya. Bagian dagu diisi fingerprints scanner yang sangat ngebut sekaligus tombol home capacitive. Terdapat pula alert slider untuk mengatur profil suara pada sebelah kiri yang sampai saat ini masih sangat jarang ditemui di ponsel android.

Thursday, June 2, 2016

Pengalaman Pertama Jajan Online

Akhir Mei 2016, saya terhasut untuk jajan online. Sebenarnya ini bukan pertama kali nya saya jajan online sih. Sebelum-sebelumnya sempet jajan di google play juga. Tapi tentu berbeda antara bertransaksi dengan mesin (google) dibandingkan dengan bertransaksi dengan manusia pemilik toko online.  Lagipula cara bayarnya juga berbeda. Google play bisa lewat potong pulsa.

Nah Sabtu 28 Mei, saya mulai ngubek-ubek tokopedia. Dan barang yang saya cari adalah... 

Monday, May 9, 2016

Blogaway, Double Edged Sword


Belakangan ini saya lebih sering buka blogger dari blogaway, salah satu aplikasi blog di play store. 

Aplikasi yang cukup praktis karena kita bisa mengupdate blog secara cepat tanpa harus lewat laptop maupun pc, langsung dari handheld android. Jadi, saat kita sedang ada ide untuk ditulis, dapat langsung kita tuangkan baik berupa draft maupun tulisan yang siap diposting. Terkadang yang bikin kita malas untuk update postingan blog karena malas untuk menyalakan laptop, buka browser dan seterusnya. 

Selain itu, kita juga bisa memantau update blog-blog yang kita follow, walau hanya terbatas pada blogger saja.

Sayangnya, berbanding lurus dengan size aplikasi yang tidak terlalu besar maka fitur yang ditawarkan juga tidak selengkap membuat postingan di web blogger. Hanya fitur upload foto/video dan label. Sangat tidak disarankan mengedit postingan Anda yang sudah rapi melalui blogaway. Malah bikin semrawut seperti yang saya alami. Justru sangat saya sarankan mengedit postingan yang Anda buat di blogaway melalui website agar terlihat lebih rapi. 

jangan harap ada fitur seperti ini

Tidak hanya itu. Blogaway masih sering mengalami beberapa gangguan kecil seperti not responding ataupun gagal memuat postingan-postingan lama. Mungkin beda cerita sih jika di device android middle high.

Sebagai penutup, dengan size yang bersahabat dan fitur-fitur praktis yang ditawarkan, blogaway mungkin akan cocok untuk orang yang aktif update blog dengan mengumpulkan draft untuk diposting. Sadari kebutuhan dan kebiasaan Anda. Jangan sampai memori penuh hanya karena aplikasi yang dirasa jarang terpakai.
#isengcobareview 
Posted via Blogaway