Mungkin beberapa orang berpikir, pekerjaan di dapur itu pekerjaan yang identik dengan wanita. Jika kita lihat dari realita yang ada saat ini, memang hal tersebut tidak relevan. Di rumah makan atau warung burjo lah sederhana nya, kita justru lebih sering melihat para lelaki yang berada di hadapan kompor dan asyik dengan penggorengan. Di acara memasak dan chef hotel berbintang, para lelaki juga cukup banyak mendominasi.
Lantas, bagaimana dengan para wanita? Entahlah. Pasti masih banyak yang bisa masak meski hanya menu tertentu, ada yang expert, dan mungkin ada juga yang sama sekali gak bisa masak. Tapi yang jelas, wanita yang pandai masak punya poin plus sih. Bukankah menyenangkan jika masakannya menjadi masakan favorit untuk anak dan suami? Menambah hawa keluarga yang harmonis, sakinah mawaddah warahmah. Terlalu lama melebar, saya akan mulai menceritakan pengalaman saya dengan dapur selama ini.
...
Saya orang yang mudah tertarik terhadap sesuatu, salah satunya memasak. Memasak itu menarik. Bereksperimen, mencoba meracik menggabungkan berbagai material dengan kadar dan metode tertentu, dan Bufff!! Ada kemungkinan berhasil dan gagal tergantung tangan yang mengerjakan. Kalo berhasil, senyum lebar dan Alhamdulillah. Kalo gagal.. Speechless.
Kelas XII SMA, biologi entah bab apa nyambung ke fermentasi. Saat itu tugas bikin tape (individu), sukses. Dan tugas lainnya bikin donat (berkelompok). Dianjurkan untuk dikreasikan dengan bahan lain, misal waloh, ketela, kentang, atau semacamnya. Nah, untuk sesi coba-coba di rumah, saya coba pakai jagung manis. Jagung saya dihaluskan untuk mengganti sebagian tepung, dibikin adonan, dan hasilnya.. GAGAL. Dalam kasus ini saya kesulitan dalam menakar bahan secara akurat, dan juga nguleni adonan itu susah. Saya coba 2 kali kayaknya dan gagal semua. Akhirnya, saat bikin donat kelompok di rumah temen, kita gak pakai bahan tambah apapun. Hanya seperti donat biasa, dan parahnya agak bantat. Dikumpulkan ke guru dengan apa adanya. Search aja di google 'donat gagal', hasilnya mirip-mirip kayak gitu lah.
Bukan seperti ini
Pernah juga iseng pengen bikin bakpao. Kayaknya sih pengembangnya kurang sehingga saat sudah jadi, lumayan mantep buat nimpukin maling. Keras bagai nokia 3310. Bikin cake, gosong sehingga bagian luarnya harus dikupas. Bikin pancake dengan resep search internet, gagal juga. Memang saya gak beruntung dalam hal bikin-bikin roti kue kayak gini. Pernah sih agak sukses sekali. Roti goreng isi dengan lapisan tepung panir di bagian terluar. Sayang proporsi isi dengan rotinya gak imbang.
hanya ilustrasi